Kamis, 30 Desember 2010

KETENANGAN HATI

7 Kunci menuju ketenangan hati

1. Jangan tergantung pada orang lain. Tergantunglah pada diri sendiri dan bersikaplah mandiri.
2. Jangan berburuk sangka orang lain akan membicarakan/menghinamu.
3. Jangan selalu mengingat penyesalan di masa lalu.
Hidup itu mudah teman, buatlah satu keputusan.. dan JANGAN PERNAH menyesalinya.
4. Jangan menyimpan kemarahan, dendam, iri hati dan kebencian.
5. Jangan membiasakan sikap terburu buru. Maka dari itu Manage lah waktumu.
Assets utama dan terpenting dalam hidup bukanlah uang dan berlian, tapi.. waktu. Ingatlah bahwa mesin waktu itu tidak pernah ada, kita tak akan bisa memutar waktu, ataupun menghentikan waktu.
6. Jangan khawatir akan hari esok. Tuhan menjanjikan masa depan, dan harapan kita tidak akan pernah lenyap.
Cinta, hidup dan mati ada di tangan Tuhan.
Ia telah menuliskan takdir manusia jauh saat sebelum kita di lahirkan.
Ia tahu apa yg terbaik bagi kita, maka dari itu jangan pernah sesali apa yang terjadi meskipun terasa perih bagi kita.
Pada akhirnya setiap manusia akan di ciptakan untuk saling berpasang pasangan, maka dari itu jgn pernah kuatir akan cinta mu.
7. Ketuklah, Maka pintu akan terbuka.
Ingatlah pada Nya, maka Ia akan mengingatmu.
Berdoalah, maka keluh kesahmu akan didengarkan.
Tapi kadang, semua yg saya tulis di atas tak pernah saya lakukan,
saya terlalu muda untuk mengerti,
saya terlalu tua untuk peduli,
saya terlalu bodoh untuk menyadari.

hehehe

aku tahu, siang ini ga da bintang.
aku juga tau siang ni g da plangi
tapi aku tahu
siang ni ada cowok manis yg lg tersenyum baca postingan dr aku

RPP

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)




Nama sekolah : SMP 3 Sukoharjo

Mata Pelajaran : Pengetahuan Alam

Kelas / Semester : VIII (Delapan) / 1 (satu)

Standar Kompetensi (SK) : 5. Memahami peranan usaha, gaya dan energi dalam kehidupan


sehari-hari

Kompetensi Dasar (KD) : 5.1. Mengidentifikasi jenis-jenis gaya, penjumlahan gaya dan


pengaruhnya pada suatu benda yang dikenai gaya

Indikator : 1. Melukiskan penjumlahan gaya dan selisih segaris baik yang


searah maupun berlawanan


2. Membedakan besar gaya gesekan pada permukaan yang


berbeda keksarannya yaitu pada permukaan benda yang


licin, agak kasar dan kasar


3. Menunjukkan beberapa contoh adanya gaya gesekan yang


menguntungkan dan gaya gesekan yang merugikan


4. Membandingkan berat dan massa suatu benda

Alokasi Waktu :





A. Tujuan Pembelajaran


Peserta didik mampu :


1. Menyebutkan beberapa contoh jenis-jenis gaya yang bekerja pada suatu benda


2. Melukiskan resultan gaya-gaya segaris baik yang searah maupun yang belainan arah


3. Menghitung resultan gaya-gaya segaris baik yang searah maupun yang belainanarah


4. Menghitung besarnya gaya gesek pada berbagai permukaan kasar


5. Menyebutkan beberapa contoh adanya gaya gesek yang menguntungkan dan yang merugikan


6. Membedakan berat dan massa






B. Materi Pembelajaran


1. Gaya






C. Metode Pembelajaran


1. Pendekatan


2. Metode Pembelajaran


- Diskusi Kelompok


- Eksperimen


3. Model Pembelajaran


- Kooperatif Learning






D. Langkah-langkah


Pertemuan 1


1. Kegiatan Pendahuluan


a. Motivasi :


- Apa yang menyebabkan gerbong-gerbonh kereta api dapat bergerak?


b. Prasyarat Pengetahuan :


-Apa akibat yang timbul dari gaya yang kita berikan ?


c. Pra Eksperimen






2. Kegiatan Inti


a. Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok


b. Guru menjelaskan cara menggunakan alat-alat yang berhubungan dengan gaya


c. Memberiakan kesempatan kepada siswa untuk menanyakan hal-hal yang belum jelas


d. Peserta didik melakukan kegiatan pembelajaran sesuai dengan perintah, guru


membimbing kelompok siswa yang mengalami kesulitan


e. Peserta didik mendiskusikan isi / mengisi LKS






3. Penutup


a. Guru membimbing peserta didik untuk membuat kesimpulan dari hasil eksperimen


b. Uji kompetensi lisan






Pertemuan 2


1. Kegiatan Pendahuluan


a. Motivasi :


- Apa yang dimaksud gaya gesekan?


b. Prasyarat Pengetahuan :


-Mengapa gesekan kelereng didalam zat cair lebih lambat dari pada ketika kamu


menjatuhkan di udara?


c. Pra Eksperimen






2. Kegiatan Inti


a. Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok


b. Guru menjelaskan cara menggunakan alat-alat yang berhubungan dengan gaya gesekan


c. Memberiakan kesempatan kepada siswa untuk menanyakan hal-hal yang belum jelas


d. Peserta didik mendiskusikan isi / mengisi LKS






3. Penutup


a. Pelaksaan diskusi dipimpin oleh guru


b. Guru membimbing peserta didik dalam membuat kesimpulan


c. Guru memberikan evaluasi untuk mengetahui daya serap peserta didik terhadap materi


yang baru dipelajari






E. Sumber Belajar


1. Buku Paket


2. LKS






F. Penilaian


1. Teknik :


- Tes Unjuk Kerja


- Tes Tertulis


2. Bentuk Instrumen :


- Uji petik Kerja


- Pilihan Gnada dan uraian


3. Soal instrumen :


Soal unjuk kerja


1.) Masing-masing kelompok ditugaskan untuk menyelidiki besar gaya gesekan lima permukaan


benda yang ada disekitar lingkunagn sekolah. Hasil penyelidikan tsb dipresentasikan di


depan kelas


RUBRIK / PEDOMAN PENSKORAN







NO ASPEK SKOR

1 Pemahaman terhadap konsep gaya 1

2 Pemahaman terhadap konsep gaya gesekan 1

3 Pemahaman dalam mengidentifikasikan berbagai 1


permukaan yang berbeda ditinjau dari kekasarannya

4 Kemampuan melakukan pengukuran secara terstruktur 1




Soal Pilihan Ganda


2.) Berikan contoh 4 gesekan:


A. Gesekan pada mesin mobil


B. Gesekan pada kopling


C. Gesekan angin pada mobil yang sedang melaju


D. Gesekan pada rem mobil untuk memperlambat kendaraan


Yang termasuk gaya gesekan yang menguntungkan adalah


Kunci jawaban D


Skor 1






Soal Uraian


3.) Sebutkan3 contoh gaya gesek yang merugikan!


Kunci jawaban


- Gaya gesekan antara mesin mobil dan koplinh


- Gaya gesekan antara udara dan mobil


-Gaya gesekan antara ban kendaraan dan jalan


Skor max 3


MATERI RESISTOR

I.   KOMPONEN ELEKTRONIKA - RESISTOR
Resistor adalah komponen elektronika yang selalu digunakan dalam setiap rangkaian elektronika karena dia berfungsi sebagai pengatur arus listrik. Dengan resistor listrik dapat didistribusikan sesuai dengan kebutuhan. Tentunya anda bertanya-tanya, apa itu resistor ?, seperti apa bentuknya ?, bagaimana cara kerjanya ?,

Setelah anda perhatikan animasi tadi, tentunya anda sudah mempunyai gambaran tentang bagaimana prinsip kerja dari sebuah resistor. Yah anda anggap saja arus air yang ada di animasi itu sebagai arus listrik, sedangkan bendungan sebagai resistornya. Jadi bila bendungan 1 kita anggap sebagai resistor 1 dan bendungan 2 sebagai resistor 2, maka besarnya arus tergantung dari besar kecilnya pintu bendungan yang kita buka. Semakin besar kita membuka pintu bendungan semakin besar juga arus yang melewati bendungan tersebut bila ingin lebih besar lagi arusnya, yah tidak usah dipasang bendungannya atau dibiarkan saja, jadi bila kita menginginkan arus yang besar maka kita pasang resistor yang nilai resistansi ( tahanan ) nya kecil, mendekati nol atau sama dengan nol atau tidak dipasang sama sekali dengan demikian arus tidak lagi dibatasi. Nah seperti itulah kira-kira fungsi Resistor dalam sebuah rangkaian elektronika.
Suatu fungsi dalam dunia teknik tentunya mempunyai satuan atau besaran, misalnya untuk berat kita tahu bahwa pada umumnya satuannya adalah "gram", satuan jarak pada umumnya orang memakai satuan " meter ". Nah untuk resistor satuannya adalah OHM, jadi mulai sekarang kita biasakan untuk menyebut besarnya nilai suatu resistor atau tahanan kita gunakan satuan OHM, yang sebenarnya berasal dari kata OMEGA. Maka tidaklah heran bila lambang dari OHM berbentuk seperti tapal kuda orang yunani menyebutnya omega entah kenapa demikian saya juga kurang paham karena saya bukan ahli sejarah he he he . Ok, jadi bila nanti anda melihat rangkaian elektronika lalu disitu tertulis misalnya 470 maka itu adalah sebuah resistor dengan nilai 470 OHM.., paham..!!.
Didalam rangkaian elektronika resistor dilambangkan dengan angka " R " , sedangkan icon nya seperti ini : . Ada beberapa jenis resistor yang ada dipasaran antara lain : Resistor Carbon, Wirewound, dan Metal Film. Ada juga Resistor yang dapat diubah-ubah nilai resistansinya antara lain : Potensiometer dan Trimpot. Selain itu ada juga Resistor yang nilai resistansinya berubah bila terkena cahaya namanya LDR ( Light Dependent Resistor ) dan Resistor yang yang nilai resistansinya berubah tergantung dari suhu disekitarnya namanya NTC ( Negative Thermal Resistance ) agar lebih jelas coba anda perhatikan gambar 1-a, dan animasi berikut ini :

Prinsip Dasar, Cara Kerja Sebuah LDR
Berbagai Jenis type dan bentuk Resistor
Berbagai Jenis type dan bentuk Resistor
Potensiometer L D R N T C Trimpot
Lambang-lambang dari beberapa Jenis Resistor
Hmmm..., bagaimana friend !. Saya rasa sampai disini anda sudah memahami prinsip kerja dari resisor. Sekarang mari kita lanjutkan dengan materi yang lain.
Untuk resistor jenis carbon maupun metalfilm biasanya digunakan kode-kode warna sebagai petunjuk besarnya nilai resistansi ( tahanan ) dari resistor. Kode-kode warna itu melambangkan angka ke-1, angka ke-2, angka perkalian dengan 10 ( multiflier ), nilai toleransi kesalahan, dan nilai qualitas dari resistor. Kode warna itu antara lain Hitam, Coklat, Merah, Orange, Kuning, Hijau, Biru, Ungu, Abu-abu, Putih, Emas dan Perak. ( lihat gambar 1-b dan tabel 1 ). Warna hitam untuk angka 0, coklat untuk angka 1, merah untuk angka 2, orange untuk angka 3, kuning untuk angka 4, hijau untuk angka 5, biru untuk angka 6, ungu untuk angka 7, abu-abu untuk angka 8, dan putih untuk angka 9. Sedangkan warna emas dan perak biasanya untuk menunjukan nilai toleransi yaitu emas nilai toleransinya 10 %, sedangkan perak nilai toleransinya 5 %.
Wah banyak sekali sulit untuk menghafalnya..!, hmmm.., kalau anda merasa kesulitan menghafal kode warna dari resistor beserta nilainya, coba perhatikan teks yang saya beri huruf tebal diatas. Kalau disatukan akan menjadi sebuah kata yang mungkin mudah bagi anda untuk menhafalnya ( Hi Co Me O Ku Hi B U A P == 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 ). Ok sekali lagi coba anda lihat gambar 1-b dan tabel 1
KODE WARNAAPPLET WARNANILAITOLERANSI
Hitam 0-----
Coklat 1-----
Merah 2-----
Orange 3-----
Kuning 4-----
Hijau 5-----
Biru 6-----
Ungu 7-----
Abu-abu 8-----
Putih 9-----
Emas 0,110 %
Perak 0,011 %
Nah sekarang mari kita mencoba membaca nilai suatu resistor. Misalkan anda melihat sebuah resistor dengan kode warna sebagai berikut : Coklat, merah, merah, dan emas. Berapa nilai resistansi dari resistor tersebut..?. ( Perlu diingat..! : Untuk membaca angka pertama dari kode warna resistor anda harus melihat warna yang paling dekat dengan ujung sebuah resistor dan biasanya untuk angka ke-1,2 dan 3 saling berdekatan sedangkan untuk kode warna dari toleransi agak jauh dari warna-warna yang lain, sekali lagi lihat gambar 1-b dan tabel 1
Untuk membaca kode warna resistor seperti yang dipermasalahkan diatas, kita mulai menerjemahkan satu persatu kode tersebut. Warna pertama Coklat, berarti angka 1, warna kedua warna merah, berarti angka 2, warna ketiga warna merah berarti multiflier, perkalian dengan 10 pangkat 2. kalau diterjemahkan 12 X 10 2 = 12 X 100 = 1200. Berarti 1200 Ohm. dengan nilai toleransi sebesar 10 %. Akurasi dari resistor tersebut berarti 1200 X ( 10 : 100 ) = 1200 X ( 1 : 10 ) = 120. ( he he he, itulah ilmu exacta selalu berhubungan dengan matematika yupsss, padahal saya juga pusing nih ngitung-ngitung yang ginian, ha ha ha.. selingan aja ) jadi nilai sebenarnya dari resistor tersebut adalah maximum 1200 + 120 = 1320 Ohm, sedangkan nilai minimum nya adalah 1200 - 120 = 1080 Ohm. Kenapa demikian ...?. Karena karakteristik dari bahan baku resistor tidak sama, walaupun pabrik sudah mengusahakan agar dapat menjadi standart tetapi apa daya prosesnya menjadi tidak standart. Untuk itulah pabrik menyantumkan nilai toleransi dari sebuah resistor agar para designer dapat memperkirakan seberapa besar faktor x yang harus mereka fikirkan agar menghasilkan yang mereka kehendaki.
Sekarang coba saya kasih soal lalu anda cari nilai nya sendiri, ( buat PR . he he he..., kayak anak SD aja ). Soalnya begini : Didalam sebuah rangkaian saya melihat sebuah resistor jenis carbon dengan warna-warna sebagai berikut ; Merah, Kuning, Hijau dan Perak. Berapa nilai minimum dari resistor tersebut ?.
Di dalam praktek para designer sering kali membutuhkan sebuah resistor dengan nilai tertentu. Akan tetapi nilai resistor tersebut tidak ada di toko penjual, bahkan pabrik sendiri tidak memproduksinya. Lalu bagaimana solusinya..?. Nah...!, seperti yang pernah saya singgung diatas bahwa ilmu exacta selalu berhubungan dengan matematika, maka untuk mendapatkan suatu nilai resistor dengan resistansi yang unik dapat dilakukan dua cara ; Pertama cara SERIAL, dan yang kedua cara PARALEL. ( Wah.., nambah pusing lagi nih..! ). Dengan cara demikian maka masalah designer diatas dapat terpecahkan. Bagaimana cara Serial dan bagaimana pula cara Paralel, untuk lebih jelasnya coba anda perhatikan gambar 1-d.


Cara memasang Resistor cara Serial dan Paralel
Dengan Cara tersebut suatu nilai resistor dapat menjadi unik. Lalu bagaimana menghitungnya ?, Ehmm. mudah saja, untuk cara serial anda tinggal menambahkan saja nilai resistor 1 dan nilai resistor 2. ( R1 + R2 ) . Sedangkan untuk cara paralel anda dituntut untuk mengerti ALJABAR ( wah-wah lagi-lagi matematika ) tapi mudah kok. Kalau ingin mahir Matematika buka saja topik yang membahas khusus tentang matematika di situs ini juga. Ok kembali ke permasalahan. Untuk cara paralel ditentukan rumus sebagai berikut : misalkan kita memparalel dua buah resistor, resistor pertama diberi nama R1 dan resistor kedua diberi nama R2, maka rumusnya adalah : 1/R= ( 1/R1 ) + ( 1/R2 )
Contoh : Kita mempunyai dua buah resistor dengan nilai berikut R1=1000 Ohm , R2=2000 Ohm, bila kita menggunakan cara serial maka didapat hasil R1+R2 1000+2000 = 3000 Ohm, sedangkan bila kita menggunakan cara Paralel maka didapat hasil :
1 / R = 1 / R1 + 1 / R2
       1 / R = (1/1000) + (1/2000)
       1 / R = (2000 + 1000) / (1000 X 2000) 
       1 / R = (3000) / (2000000)
       1 / R = 3 / 2000
          3R = 2000
           R = 2000 / 3
           R = 666,7 Ohm -----> Resistor Hasil Paralel.

Kamis, 09 Desember 2010

gooooo

waktunya menyudai semuanya yang negatif

mari qta lanjutkan rencana besar yang positif

sukses..............

hubungan

Jembatan menjadi penghubung antara dua buah kampung, perkahwinan menjadi penghubung antara dua insan dan anak menjadi penghubung antara ibu dan ayah
bener to???

ATTITUDE

Mereka dengan attitude negatif selalu berpikir, “Saya tidak bisa”
Mereka dengan attitude positif selalu berpikir, “Saya pasti bisa”
Mereka dengan attitude negatif selalu berpikir, “Mungkin ada jalan keluar, tapi terlalu sulit”
Mereka dengan attitude positif selalu berpikir, “Hal ini mungkin sulit, tapi ada jalan keluar”
Mereka dengan attitude negatif selalu pasrah dengan keadaan, sementara mereka dengan attitude positif selalu mengambil tindakan.